10 Produk Interior Ikonik Sebelum Tahun ’50-an

Penasaran dengan bentuk furnitur di tahun 1950 ke bawah? Yuk, kita lihat furnitur yang berhasil melegenda hingga sekarang.

Meskipun gejolak di masa ini cukup signifikan karena adanya Perang Dunia I dan II, hal ini tidak menghambat industri furnitur. Ditandai dengan peralihan dari produk handmade menjadi produk yang diproduksi secara massal di pabrik. Iklan-iklan berkembang pesat berbanding lurus dengan dunia manufaktur yang mulai menggeliat.Bahkan, antara tahun 1924—1935 terjadi peningkatan industri furnitur, khususnya di Inggris sekitar 91,1%. Pada masa-masa akhir Perang Dunia, gaya desain yang cukup kuat adalah innocent, sentimental, patriotik, tradisional, dan glamor Hollywood.

Berikut adalah 10 furnitur ikonik yang menjadi cikal bakal desain furnitur zaman sekarang beserta tahun pembuatannya. Beberapa bentuk sangat familiar karena sudah beberapa kali direproduksi oleh berbagai merek furnitur di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia:

  1. Hill House 1, karya Charles Rennie Mackintosh (Inggris), 1908
    Fotografi: cassina.com
  2. Eye Table, karya Finn Juhl (Denmark), 1946
      Fotografi: finnjuhl.com
  3. Ball Chair, karya Eero Aarnio (Finlandia), 1946
    Fotografi: eeroaarnio.com
  4. Barrel Chair, karya Frank Lloyd Wright (Amerika), 1937; reproduksi 1904
    Fotografi: cassina.com
  5. Butterfly Chair, karya Austral Group (Argentina; Antonio Bonet, Juan Kurchan, Jorge Ferrari-Hardoy), 1938
    Fotografi: archiproducts.com
  6. Eames Molded Plywood Lounge Chair, karya Charles & Ray Eames untuk Herman Miller (Amerika), 1946
    Fotografi: hermanmiller.com
  7. Pelican Chair, karya Finn Juhl (Denmark), 1940
    Fotografi: finnjuhl.com
  8. Sunburst Wall Clock, karya George Nelson (Amerika), 1948
    Fotografi: Dok. Vitra
  9. Zigzag Chair, karya Gerrit Thomas Rietveid (Belanda), 1934
    Fotografi: cassina.com
  10. Risom Lounge Chair, karya Jens Risom (Denmark) untuk Knoll, 1943
    Fotografi: knoll.com
Teks: Fivi Anjarini