Kaya akan detail masa lampau, dan penuh dengan binatang yang diawetkan menambah kesan romantis pada vila bergaya Victoria milik Siouxsie dan Ben.

Fotografi ⁄ James Merrell * Produksi ⁄ Mary Weaver * Alih bahasa/Fivi Anjarini

 

Agak sedikit suram, sedikit moody, sebuah palet monokrom, kaya akan detail masa lampau, dan penuh dengan binatang yang diawetkan menambah kesan romantis pada vila bergaya Victoria milik Siouxsie dan Ben.

 

 

 

PROFIL RUMAH

PEMILIK Fashion stylist, Siouxsie, Tim Dickens, suaminya Ben, desainer busana pria, dan putri mereka Edi, 2.

PROPERTI Rumah bersisi ganda pada bagian depan di barat daya London dengan lima kamar tidur. Terdapat ruang keluarga, dapur, ruang makan, sun room, ruang bermain, dan WC di lantai dasar. Lantai pertama memiliki tiga kamar tidur, satu dengan ruang shower en-suite, kamar mandi keluarga, dan ruang studi. Di loteng terdapat ruang ganti dan ruang penyimpanan.

 

LORONG

Pintu mewah dan superbesar ini spesial dibuat untuk Siouxsie dan Ben, menggabungkan panel kayu tradisional yang didaurulang dari rumah Polish di abad ke-18 yang berasal dari pekarangan bangunan arsitektural yang terbelengkalai di Isle of Wight.

Get the look Pintu dibuat oleh Christopher Brandler dan dicat dengan estate eggshell warna Off-Black dari Farrow & Ball.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RUANG KELUARGA

“Ini ruang favorit saya,” kata Siouxsie. Bulu dari burung yang diawetkan (taksidermi) berkilau terang sebagaimana cermin yang tampak kontras dengan dinding abu-abu. “Di malam hari, ini terlihat menenangkan, sedangkan di siang hari terasa segar karena warna putih pada plafon dan lantai,” Siouxsie menambahkan.

Get the look Sekeliling perapian dibuat oleh Decorative Designs. Cermin vintage merupakan pemberian. Chandelier ditemukan di toko antik. Sofa biru dibeli di eBay dan dilapis ulang. Sofa pucat dari sofa.com. Coffee table dari Innes Cole. Taksidermi dan cetak print dari Dig Haushizzle di Bristol atau dari eBay.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RUANG MAKAN

“Saya memiliki foto apartemen New York dengan dinding bata dan tiga chandelier di depannya, jadi saya menunjukkannya kepada konstruktor dan mengatakan, ‘Inilah yang saya inginkan’,” ujar Siouxsie. Ketika teman kami singgah dan Sonos sedang bermain, sepertinya ini tempat bersantai setiap orang.

Get the look Chandelier dari Agapanthus Interiors. Meja dan bangku panjang ditemukan di eBay. Kursi dari Elemental dan dari berbagai toko antik.

 

HOME TRUTHS

Siouxsie, jika Anda bukan fashion stylist, akan menjadi apakah Anda? Penjaga kebun binatang.
Keterampilan apa yang sangat ingin Anda miliki? Akrobatik dan kemampuan menggambar yang sangat baik.

Di mana Anda akan menghabiskan waktu di suatu sore

yang tenang? Petersham Nurseries, saya suka menghabiskan waktu di sana.

Dan, sebutkan tiga tempat terbaik untuk dikunjungi di London? Golborne Road untuk barang antik yang unik dan keren; Kew Gardens untuk jalan-jalan bernuansa alam; dan Camdem Town untuk jalan-jalan sekitar pasar (meskipun ini bukan hal yang biasa dilakukannya)

Apakah Anda memiliki film favorit? Walk the Line. Terakhir, bahasa tubuh teromantis apa yang dilakukan

Ben untuk Anda? Bersimpuh pada satu lutut di Albert Bridge, jembatan favorit saya di London.

 

 

 


DAPUR

“Saya memilih dapur pada umumnya, dapur dengan tempat penyimpanan, tapi saya ingin membuatnya terlihat luar biasa,” kata Siouxsie. Kesan dramatis terdapat pada detailnya–lampu bergaya pabrik; kilap lembut kayu berpelitur, marmer, dan plester; dan jendela yang dicat menambah karakter.
Get the look Kabinet ini dari deVol. Peralatan kuningan Perrin & Rowe juga dari deVol. Permukaan worktop dari sejenis pinus dari Brandler London dan worktop Quartz dari Simply Stone. Lampu gantung dari The French House. Lampu dinding (dengan bohlam Edison) berasal dari Amazon.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RUANG BERMAIN

Di balik papan kapur adalah ruang cuci tempat mesin cuci dan perlengkapan dapur. “Ini merupakan penggunaan ruang yang efisien dan dapur di sebelahnya pun tetap minimal,” jelas Siouxsie.
Get the look Lampu gantung, kiri, dari Pipii. Lampu gantung kawat, kanan, dari Oliver Bonas. Karpet dari Carpetright.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KAMAR TIDUR UTAMA

Siouxsie menggunakan cat berefek di dindingnya‘puri apung’. “Ini adalah keputusan mendadak –hati saya mengatakan bahwa saya harus melakukan ini, walapun dindingnya sudah diplester baru.”

Get the look Efek cat dibuat oleh Jason Hawkridge menggunakan emulsi estate Hague Blue dari Farrow & Ball. Ranjang rotan dari French Furniture. Separai dari Larusi. Bunga dari Rebel Rebel.

 

 

‘Lapisan cat dan pernis ditambahkan untuk membangun atmosfer usang nan elegan’