Gaya West Coast bertemu dengan Paris do hunian Ashely yang chic.

Fotografi / Birgitta Wolfgang Drejer * Produksi / Julia Mincarulli / Sister Agency * Teks / Andrėa Childs

Desainer Ashley Maddox membawa sentuhan gaya West Coast ke dalam apartemen Paris miliknya, yang memadukan gaya klasik Prancis dengan warna, pola, dan pizzazz California.

 

 

PROFIL RUMAH

PEMILIK Ashley Maddox, yang mendesain dan menyewakan properti, serta anak-anaknya Eloise, delapan tahun, Daphne, enam tahun, dan Roo, tiga tahun.

PROPERTI Sebuah apartemen di Saint-Germain-des-Prės, Paris, dibangun tahun 1718. Terdiri dari lobi masuk, ruang keluarga, dapur-ruang makan, ruang kerja, ruang penyimpanan, WC, dan tiga kamar tidur yang masing-masing memiliki dressing room dan en suite.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


‘Saya suka warna pink

dan warna krem, yang sangat tidak disukai oleh orang Paris,” kata Ashley Maddox sambil tertawa. “Lalu mereka akan melihat lantai parket bergaya Versailles dan merasa iri – ini adalah apartemen yang sangat menginspirasi!”

Apartemen ini layaknya cerita bebek buruk rupa menjadi angsa – seperti film Funny Face, hanya dengan apartemen abad ke 18 tanpa Audrey Hepburn sebagai pemeran utama. Ketika Ashley membeli apartemen ini tahun 2014, terlihat apartemen ini tidak pernah berubah, ditinggali oleh seorang pria selama 50 tahun…terlihat jelas. Ia menginstal linoleum dan panel dinding kayu murah serta kamar mandi dengan bathtub plastic dan tirai shower lapuk. Dindingnya berwarna kuning marigold dan terdapat satu ruangan dengan plafon rendah. “Boleh saya ceritakan betapa anehnya tempat ini dahulu? Sangat menyeramkan. Bahkan ada boneka teater rusak di sudut ruangan yang kini menjadi ruang makan,” kenang Ashley. “Tapi saya menantikan awal yang baru dan membuat rumah untuk saya dan tiga anak saya. Lokasi menjadi pengecualian – kami berjalan melewati Luxembourg Gardens setiap berangkat sekolah. Properti ini memiliki halaman belakang, jadi cahaya dapat masuk melalui bagian depan dan belakang. Dan memiliki lantai indah ini sangat menyenangkan!”

Panel dinding dilepas untuk menampilkan perapian marmer dan cermin besar di atasnya serta pendingin ruangan diinstal di kamar tidur. Selanjutnya, Ashley bekerja sama dengan arsitek interior Paris, Flora de Gastines dan Anne Geistdoerfer (double g) memperbarui tata letak ruangan untuk keluarga abad ke 21, dengan dapur-ruang makan menggantikan formal salon sebagai ruang utama. “Itu berarti kami ingin mengubah perpustakaan lama menjadi ruang keluarga yang lebih kecil, tapi semua orang berkumpul di dapur,” kata Ashley. Hal yang paling sulit adalah mengadaptasi saluran air tua menjadi tiga kamar tidur baru, serta cloakroom di lobi. “Ya, seluruh desain berdasarkan sejauh mana toilet terpisah dengan pipa air – sangat chic,” katanya sambil tertawa.

 

 

RUANG KELUARGA

Dinding merah muda terinspirasi oleh gaya rumah country Inggris, tapi di sini, dipadukan dengan geometris kontemporer dari pada dengan chintz tradisional.

Get The Look Sofa dari Caravane. Side table bundar dari French Art Deco. Coffee table dan lampu dinding keduanya bergaya vintage dan didapat di pasar loak Les Puces Paris. Kursi anyaman dibeli di Lycn. Karpet Beni Ourain dibeli di Maroko. Poster tahun 60-an, berjudul Love to the everyday miracle karya Corita Kent.

 

RUANG MAKAN

“Saat saya mendekorasi, saya pilih furnitur yang rapi, kontemporer, dan barang abad pertengahan yang tidak akan menyaingi fitur asli yang sudah ada, seperti cermin abad ke-19 dan chandelier antik,” kata Ashley.

Get The Look Meja tahun 60-an terbuat dari kayu rosewood Brazil. Kursi Tulip didesain oleh Eero Saarinen untuk Knoll dan kursi Denmark tahun 60-an karya Kai Kristiansen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAPUR – RUANG MAKAN

“Segala kegiatan ada di sini – ini adalah pusat dari apartemen secara fisik maupun spiritual,” kata Ashley. “Keramik dinding dari teman masa SMA. Saya bertemu dia 20 tahun kemudian di acara reuni dan mengetahui dia sudah pindah ke Marrakech dan membuat desain yang luar biasa.”

Get The Look Kabinet didesain oleh double g. Fretwork di atas keramik semen warna Marine. Keramil Milk and Slate dari Popham Design.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HOME TRUTHS

Apa yang paling Anda sukai tentang Paris di musim semi? Melihat lili of the valley (muguet dalam bahasa Perancis) yang dijual di seluruh kota. Tradisinya adalah beli serangkai bunga untuk teman spesial dan tetangga.

Tiga hal apa yang paling Anda sukai di rumah? Warna dan tekstur Luxembourg Gardens; fakta bahwa saya butuh mobil; dan sebuah hal normal minum sampanye setiap kali kita pergi makan siang atau makan malam.

Dan apa yang Anda rindukan dari Los Angeles? Sinar matahari, the quirkiness, dan selera humor.

Apa kesalahpahaman terbesar orang-orang terhadap diri Anda? Bahwa saya adalah teman “tipikal orang Amerika” mereka.

Jika kita di Paris untuk sehari – di mana tempat yang harus kita kunjungi? Makan malam di Loulou, kunjungi restoran baru di Louvre dengan pemandangan Tuileries Gardens. Dan melihat Eifel Tower berkilau setiap waktu.

Dan apa makanan favorit Anda? Kerang dan sampanye, dimakan di luar ruangan saat malam bersama teman-teman.

 

KAMAR TIDUR UTAMA

Interpretasi modern dari four-poster bed memiliki rahasia. “Panel di belakang tempat tidur memiliki bentuk yang buruk, jadi saya menggantung kain untuk menyembunyikannya dan menambahkan gorden,” kata Ashley. Pola warna terlihat kontemporer, namun warna ini sebenarnya mewakili warna Istana Versailles – “Ditambah penutup tempat tidur khas Ghana dan gambar tahun 60-an karya desainer Australia Florence Broadhurst!” kata Ashley.

Get The Look Kain Kente khas Ghana dari Amatul di Johannesburg. Chandelier Berge Mogensen tahun 60-an dibeli di Copenhagen. Lampu lantai Italia tahun 50-an dari pasar loak Les Puces.

 

.

 

 

 

 

 

 

 

 

KAMAR TIDUR TAMU

“Saya penyuka grafis!” kata Ashley, yang memilih wallpaper ini untuk menambah drama pada kamar tidur tamu. Gorden wol tebal menutupi jendela seolah seperti selimut.

Get The Look Wallpaper Channels warna Lake Beige karya Kelly Wearstler. Gorden wol Dedar dibuat oleh Creation Mourra. Chandelier abad ke-19 dan bedside table tahun 50-an dibeli di pasar loak Les Puces.