Apartemen di tengah ibukota ini diubah menjadi boutique hotel oleh seorang fashion & lifestyle enterpreneur. Hasilnya…sangat fashionable!

Teks & koordinasi/Fivi Anjarini * Fotografi/Mohammad Nuhrizal & Septian Nando (foto profil)

 

Apartemen di tengah kota ini ditata sedemikian rupa oleh Deli Makmur sehingga menyerupai boutique hotel yang nyaman dengan elemen produk interior yang kental mahakarya dari desainer ternama.

 

HOME PROFILE

PEMILIK Seorang fashion & lifestyle enterpreneur, pemilik House of Fame yang terdiri dari kafe, butik Fashion First, dan fashion agency Fame 74, Deli Makmur, 43.

PROPERTI Apartemen di kawasan Senopati, Jakarta Selatan dengan luas120 meter persegi. Terdapat foyer, dapur dan bar, ruang keluarga, kamar tidur utama, walk-in closet, kamar mandi + toilet, dan balkon.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KITCHEN & BAR

“Di area ini saya suka menjamu teman-teman dekat saya, sambil berbincangbincang santai di sini,” ujar Deli dengan ramah.

Get the look Kabinet dapur terbuat dari kayu walnut. Lampu gantung adalah BeatLight dari Tom Dixon. Bar stool dari Michelle Nathania. Kursi dari Cassina.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FOYER

Sang pemilik apartemen sangat welcoming dengan orang-orang yang berkunjung ke apartemennya. Oleh karena itu, ia memajang dengan apik berbagai koleksi favoritnya di area ini.

Get the look Vas, tempat lilin, tray adalah karya Piero Fornasetti. Karya Fornasetti dapat ditemukan di The Papilion, Kemang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Aktivitas yang padat sebagai entrepreneur
sebuah fashion agency ternama dan kondisi jalanan di ibukota yang semakin macet membuat Deli Makmur akhirnya memutuskan untuk memilih apartemen di bilangan Senopati, Jakarta Selatan ini sebagai tempat tinggalnya. Sebelum membeli apartemen ini, ia tinggal di apartemen di kawasan Kuningan dan sempat hunting berbagai apartemen skyscraper yang lokasinya berdekatan dengan kantornya yang berada di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan. Akhirnya, dia menjatuhkan pilihan di tempat ini dengan view menawan ibukota dari ketinggian lantai 57. “Dan spesialnya, saya hanya membutuhkan waktu kurang lima sampai sepuluh menit berkendara dari apartemen ke kantor saya,” kata Deli dengan antusias.

Berbicara soal konsep, apartemen ini pada dasarnya memilik konsep boutique hotel meets fashion store. Ditata sebagaimana boutique hotel yang atraktif layaknya sebuah showroom fashion yang modern, sleek, dan memiliki elemen surprising luxurynya. Saat melangkah di apartemen, kami disambut oleh foyer mungil yang cantik dan sophisticated. Dengan apik, Deli memadupadankan pernak-pernik yang didominasi oleh berbagai produk aksesori dari Fornasetti, mulai dari tempat lilin, tray, hingga piring di area ini. Deli memang hobi mengoleksi karya-karya Piero Fornasetti yang identik dengan ekspresi muka  seorang perempuan. “Fornasetti sebenarnya berangkat dari ide yang sederhana. Dari ide satu wajah, lalu diaplikasikan menjadibeberapa produk yang menarik, mulai dari gelas, piring, tempat lilin, dan sebagainya menjadi sesuatu yang membuat saya tertarik dan saya sangat menyukainya, di samping kualitasnya……………… Read More (Juni-Juli 2017) 

 

 

KAMAR TIDUR

Nuansa kamar ini kental dengan atmosfer orientalnya. Oleh karena itu, Deli memilih lukisan bernuansa oriental.

Get the look Fotografi bernuansa oriental ini karya dari Nicoline Patricia Malina. Lampu gantung Bloom karya Hiroshi Kawano. Sarung bantal motif leopard dari Etro. Selimut dari Hermes. Beraneka guci adalah keramik China.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RUANG KELUARGA

Ruang ini merupakan ruang favorit Deli. Setiap pulang ke rumah, ia pasti menuju ruangan ini terlebih dahulu sambil memandangi panorama Jakarta dari ketinggian lantai ke-57.
Get the look Sofa dari Kartell, cushion dari Biyan Living dan Etro, Tato Pouf ‘Skull’ dari Cerutti Baleri, coffee table dari Porada, coral floor lamp dari Pallucco, throw di sofa dari Fendi. Sarung bantal dari The Link Home.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Menurut saya suatu hunian itu harus memiliki sentuhan personal yang mampu merepresentasikan karakter dari pemiliknya.”

 

KAMAR MANDI

KIRI “Hanya di kamar mandi ini saja yang bisa merokok dan di sini saya ingin menikmati waktu santai saya sambil memandangi pernakpernik termasuk aneka guci cantik,” ujar Deli sambil tersenyum. Get the look Hiasan tassel ala Cina didapatkan saat travelling.

TENGAH Get the look Towel dari Missoni dan Roberto Cavalli.

KANAN  Get the look Hiasan tanduk dari Elite Grahacipta. Hiasan tanduk dari Elite Grahacipta. Guci hitam dari Moooi. Guci hijau adalah keramik China.

 

HOME TRUTHS

Produk favorit selain Fornasetti? Kursi dari Cassina. Desainnya terkesan ringkih, tapi sesungguhnya sangat kuat.

Hobi yang sering dilakukan di rumah? Saya suka menjamu teman dan terkadang membuat persekutuan doa. Tidak banyak, sekitar 6–7 orang terdekat.

Jakarta di mata Mas Deli? Saya memiliki ekspektasi yang tinggi kepada Jakarta, layakya kota kosmopolitan dunia lainnya. Saya kebetulan senang travelling dan tentunya melihat kekurangan Jakarta dibandingkan dengan negara lain. Salah satunya tujuan dan agenda wisata. Kita juga kekurangan public transport termasuk transportasi dari bandara ke downtown. Namun, karena kita hidup dan bekerja di sini, mau tidak mau kita harus menerimanya.

Tempat travelling favorit Anda? Agak susah menyebutkan satu tempat saja karena saya suka travelling. Bangkok, Hong Kong, New York, Tokyo, Paris dan lain-lainnya. Saya menyukai tempat baru. Sekarang ini saya menyukai man made-nya: seni budayanya, desainnya, performance-nya, di samping pemandangan alam dan neighborhood-nya.

Tempat hangout favorit? Berubah-ubah, karena setiap ada tempat baru, kita pasti mau coba. Tidak ada yang spesifik. Namun, saya sering meeting dan bertemu klien di Sophie Autentique karena letaknya yang dekat dan nyaman.

Pantai atau pegunungan? Lebih ke pantai yang dekat kota, because I’m a city boy.

Tiga kata yang menggambarkan apartemen Anda adalah… Desain (karena saya suka mengoleksi the designer’s item), modern, stylish.