Rumah milik Nick dan Susana yang memadukan kemewahan tahun ’70-an, abad pertengahan, dan dekorasi flamingo.

Fotografi ⁄ Sarah Hogan * Produksi ⁄ Mary Weaver * Teks ⁄ Joanna Simmons Alih Bahasa * Fransiska E. Anggita

Nick dan Susana membawa properti mereka ke abad ke-21 dengan sentuhan restorasi lembut yang memadukan kemewahan tahun 70-an, kekerenan abad pertengahan dan satu atau dua ekor flamingo.

PEMILIK RUMAH Nick Leith-Smith, pendiri dan principal dari Nick Leith-Smith Architecture + Design, istrinya Susana, seorang banker, dan anak-anak mereka Olympia (5) dan Leonardo (2).
PROPERTI Sebuah rumah beranda bergaya Georgia di sebuah daerah konservasi di selatan London. Di lantai lower ground terdapat dapur/ruang makan, ruang bermain, kamar mandi dan ruang utilitas. Lantai dasari terdiri dari ruang tamu dan ruang belajar. Kamar tidur utama dan ruang rias berada di lantai satu dan kamar anak dan kamar mandi keluarga berada di lantai dua.

RUANG TAMU
‘Kami mencintai warna-warna fluoro dan nuansa cerah,’ ujar Nick. ‘Gambar flamingo ini hanya sentuhan kegembiraan.’

GET THE LOOK Gambar The FlamingoRama karya Aida di Nelly Duff. Vas Mr. and Mrs dari Jonathan Adler. Lilin Ultime Notizie dari Fornasetti.

‘SAYA SUKA SEKALI RUMAH’

bergaya Georgia,’ ungkap Nick Leith-Smith. ‘Proporsi dari ruang, langit-langit, jendela-jendela besar…’ Dan ketika Nick dan istrinya Susana berburu rumah pertama mereka di tahun 2011, ‘Gaya Georgia’ tidak bisa dikompromi. Tidak heran, saat itu, permata di area konservasi selatan London itu, dengan taman dan fitur-fitur aslinya, membuat mereka kegirangan. ’Segera setelah saya melangkah masuk, saya berpikir, “Ini rumahnya!”’ ujar Nick. ‘Saya menyukai bagaimana rumah ini tertata dan segera melihat bagaimana kami dapat hidup di dalamnya.’
Mata terlatih Nick – dia merupakan seorang arsitek dan perancang yang sukses – juga langsung mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk memperbaharui tempat itu. ‘Hal yang sangat melelahkan,’ ujarnya. ‘Pemilik rumah terdahulu adalah seorang pedagang karya seni, sehingga banyak sekali karya seni indah bertebaran; ini mengalihkan konsentrasi saya pada apa yang salah. Saya menemukannya, tetapi istri saya mungkin tidak sadar betapa besar usaha saya untuk mendapatkannya.’ Hari terakhir sangat mengejutkan. ‘Susana datang pertama dan menemukan karpet rumah dipenuhi dengan ngengat!’ ujarnya. ‘Saya datang 10 menit kemudian dengan sebotol champagne, siap untuk merayakan dan menemukannya bersimbah air mata.’

 

RUANG TAMU

‘Pigura cantik di dinding ini mendambakan sebuah cermin,’ ujar Nick. Dia kemudian memasang potongan cermin antik yang dipotong bentuk kotak. Nick mendesain kabinet minuman dan dibuat dengan bahan kayu chestnut yang sama dengan alas meja makan tetapi dengan finishing high-gloss. ‘Pintu ditutup dan didalamnya dicat dengan warna cerah. Cukup menyenangkan!’ ujarnya.

GET THE LOOK Karpet, Peaks karya Paul Smith dari The Rug Company. Vas putih dari Sven, kiri, dan Belly, kanan, karya Jonathan Adler. Patung angsa dari Graham and Green. Kursi, Milo Baughman Seventies didapatkan di Istdibs.com. .

 

 

 

 

 

 

 

 

RUANG TAMU

‘Proporsi ruangan ini bagus,’ ujar Nick. Fitur asli termasuk panel dinding dan list plafon. ‘Kami mengecat ruang antara ini dengan tiga warna, semakin ke atas warnanya semakin terang,’ jelasnya.

GET THE LOOK Cat dinding dan langit-langit, dari bawah ke atas, Lamp Room Gray, Cornfroth White dan Great White estate emulsion, keduanya dari Farrow & Ball. Sofa dari Piero Lissoni untuk Cassina. Kain bantal karya perancang Brasil, Adriana Barra. Meja kopi ditemukan di pasar barang bekas Parisian.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RUANG MAKAN

Ruang tambahan ini sudah ada sebelum Nick dan Susana masuk. Mereka kemudian memasang rangka jendela baja dan kaca. Nick merancang meja makan menggunakan kayu chestnut, dengan bingkai baja bercat hijau terang. ‘Terdapat sebuah taman yang mengagumkan di luar, dan pemandangannya sangat menyenangkan,’ ujarnya.
GET THE LOOK Rangka jendela dan pintu buatan fabco, Kursi dari Ercol Windsor.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


KAMAR TIDUR UTAMA

Lantai satu diubah menjadi ruang tidur utama, dengan sebuah kamar tidur di bagian belakang. ‘Kami menginginkan warna yang hangat dan gelap untuk ruangan ini, tetapi masih menggunakan palet warna terang,’ ujar Nick.

GET THE LOOKTempat tidur dan kepala tempat tidur Rossini dari The Sofa & Chair Company. Sprei, Cassis Rose dari The Linen Works. Throw, Nixon alpaca dari Jonathan Adler. Karpet, The Cable Yellow dari The Rug Company. Meja, The Golden Pinnaple dari Graham and Green. Cat dinding, Elephant’s Breath estate emulsion dari Farrow & Ball.

 

 

 

 

 

 

 

 

KAMAR MANDI KELUARGA

‘Kami ingin agar ruangan ini menjadi fungsional,’ ujar Nick, ‘tetapi juga memiliki karakter yang kuat.’

GET THE LOOK Wallpaper, Nautilus dari Cole & Son. Bak mandi dari Bette. Keramik di sekitar bak, Via Arkadia. Wastafel dari Cielo. Lemari bawah wastafel, pesanan khusus.