TIN TILE CEILINGS

Tin tile pertama kali muncul di Brooklyn, AS, tahun 1885, yang pada saat itu tile ini digunakan untuk menggantikan plester plafon yang terkelupas. Murah dan mudah dipasang, ide ini dengan cepat menyebar ke seluruh Amerika sebagai sebuah alternatif hiasan bergaya Eropa. Pemilik rumah bisa mengecat tile warna putih, dan memberikan tampilan plafon yang unik. Kini, tin tile mulai kurang diminati oleh kalangan  rumah tinggal, dan mulai populer di property komersial. Terutama untuk bar dan restoran, plafon metal ini tahan api dan meningkatkan suara di ruangan, serta menambah tekanan udara. Lihatlah kota hipster hood di London, Shoreditch, tempat di mana salon Tommy Guns dan bar The Blues Kitchen menjadi tren.
Anda tidak perlu tinggal di rumah bekas gudang untuk merasakannya. Pilihannya bisa menggunakan gaya autentik Andy Thornton dan berinvestasi pada tin tile yang dibuat tahun 1896, dengan harga mulai dari Rp 397.000 per tile, atau dengan wallpaper serupa, untuk Rp 4.147.000 per rol, dengan tin tile Brooklyn yang didesain oleh Merci di Rockett St George.