Hunian nyaman yang dihiasi tekstil indah, tanaman lebat, dan barang vintage, rumah Sera yang bergaya boho tampil eksotis menarik dan begitu unik.

Untuk menjaga tampilannya terlihat kreatif daripada aneh, Sera menambahkan warna. “Warna gelap pada langit-langit membuat ruangannya terlihat menawan—namun langit-langit putih akan membuat rumah ini aneh,”.

PROFIL RUMAH

PEMILIK Sera Hersham-Loftus, seorang decorator interior dan desainer.

PROPERTI Sebuah flat lantai pertama dalam rumah teras plester bergaya Victoria di barat London. Hunian ini terdiri atas dapur-ruang makan, ruang tamu/ruang studi, salon, kamar tidur, kamar ganti, ruang sepatu/powder, dan kamar mandi.

 

Dandani rumah Anda seperti Anda mendandani diri sendiri.” Itulah filosofi dekorator interior Sera Hersham-Loftus dan ia selalu hidup dengan falsafah ini. Dengan lemari yang dipenuhi pakaian vintage dan koleksi sepatunya yang begitu banyak, gaya unik Sera tercerminkan dengan indah pada huniannya di London yang ia desain dengan gaya boho, sensual dreamscape, penuh dengan tekstil menawan, tanaman lebat, cermin, barang-barang period, bantal, dan kap lampu menarik. “Pakaian dan interior saling berhubungan bagi saya,” jelasnya.
“Saya kebanyakan mengenakan baju vintage dan kemudian saya mungkin menemukan gaun beludru warna peach antik atau sisa-sisa kain di suatu pasar dan produk tersebut memberikan saya inspirasi untuk membuat koleksi bantal.” Dalam hal ini, Sera telah mendesain beragam homeware untuk label fashion Ghost, yang akan diluncurkan musim semi ini.
Gaya interior Sera agak sulit dikategorikan. Mendekati hunian bohemian yang sophisticated namun sebetulnya lebih ke gaya decadent, sexy, dan eksotis—seperti bangunan padat Cina bertemu dengan studio seniman Paris. “Saya selalu menyukai tampilan seperti ini,” jelas Sera. “Sebagai seorang remaja, saya akan mengubah tampilan kamar setiap kamar dan menghiasi kap lampu dengan syalsyal.”
Kini hunian Sera dihiasi dengan barang-barang romantis dan tak terduga: sculpture yang digantung di rumahnya yang didapat dari Filipina, palm light Curtis Jeré bergaya 1970-an, perapian Prancis antik, dan lukisan yang diwariskan oleh dealer seni milik ayah Sera.
Ini adalah paduan barang aneh yang digabungkan bersama. “Rasanya seperti saya dilahirkan untuk mendekorasi!” tawa Sera. “Saya seorang gypsy dengan sekantong trik dan memadukan barang-barang dan membuatnya terlihat harmonis satu sama lain.”

 

 

 

 

 

 

 

 

SALON

Sera membeli lukisannya di sekolah seni Slade musim panas lalu. “Sepupu saya adalah direktur di Slade,”ujarnya. “Kami berasal dari keluarga seniman.”

Get the look Lukisannya karya Agnieszka Stone.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAPUR-RUANG MAKAN

 

Satu-satunya lampu gantung di rumah Sera tampil harmonis nan eksotis: “Lampunya dibuat dari perkamen tahun 1940-an, mungkin berasal dari Itali,” jelasnya. “Saya memasangnya dengan lampu pijar amber agar warna cahayanya terlihat indah.”

Get the look Dapurnya didasari dari konsol gaya 1940-an, kiri bawah, yang dipindahkan di sebelah peralatan dapur lainnya. Sera kemudian menirunya untuk menjadi unit dapur lainnya. Meja makan besar didapatkan di Alfies Antique Market. Kursi dari Nivaldo de Lima.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KAMAR TIDUR

Kamar tidur Sera dihiasi dengan tekstil yang ia dapatkan dari penjuru dunia. Saat saya pergi ke pasar, jika ada sesuatu yang menarik saya akan membuatnya sesuai dengan barang-barang di rumah,” jelasnya. Sera menemukan 10 rol wallpaper di Hong Kong yang kemudian ia sandingkan dengan tekstil Afrika di jendela rumahnya.

Get the look Cermin bergaya Victoria. Palm light bergaya 1970- an, seperti pada gambar, dari Curtis Jeré.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fotografi: Paul Raeside
Produksi: Mary Weaver
Teks: Joanna Simmons
Alih Bahasa: Mario Bima