Champagne Coupe

Gelas sampanye champagne coupe

Gelas sampanye champagne coupe

 

Latar Belakang Sebagaimana legenda bercerita, buih-buih yang terlihat di gelas sampanye menjadi cerita dekaden yang menyenangkan.

Berabad lamanya diketahui bahwa gelas sampanye berbentuk bulat (coupe) dulunya adalah hasil cetakan payudara Ratu Prancis yang cantik dan penuh sensasi, Marie Antoinette—dan penghuni istana bersulang dengan gelas tersebut untuk kesehatan sang ratu… Namun fakta sebenarnya agaknya kurang diketahui banyak orang. Gelas sampanye sebetulnya ditemukan sekitar tahun 1663, hampir seratus tahun bahkan sebelum istri Louis XVI itu lahir, yang dibuat di Inggris.

Sementara itu, di Amerika Serikat minum sampanye tampaknya baru dilakukan tahun 1920-an dan 1930-an mengingat adanya Prohibition. Dan pada 1960-an serta 1970-an gelas-gelas sampanye lebih banyak dipenuhi dengan Babycham dibandingkan Bolly. Di tahun 1980-an gelas sampanye mulai berubah bentuk menjadi lebih berbentuk tabung atau flute. Memang benar bahwa permukaan gelas yang lebar membuat buih sampanye berkurang, sementara bentuk flute membuat buih terlihat cantik dan rasa yang menarik.

Namun perjalanan gelas sampanye tak sampai di sini. Pada 2014 Kate Moss bekerja sama dengan seniman Jane McAdam Freud untuk membuat champagne coupe yang dicetak dari payudara kiri sang model dalam rangka ulang tahunnya yang ke-40 dan kiprah kariernya selama 25 tahun di dunia catwalk hasil kolaborasi dengan 34 Restaurant Mayfair. “Suatu kehormatan bagi saya disandingkan dengan Marie Antoinette,” ujar La Moss. Dan begitulah cerita ini menyebar…

Desainer Anonim. Detail Gelas sampanye, Rp 930.000 untuk seset isi empat, LSA International.