Heart of GLASS

anak-anakmedium2

Membongkar rumah baru hingga kembali ke struktur awal bangunan berarti mengharuskan Arun dan Susanne bertahan dengan banyaknya debu, kotoran, dan hidup berpisah selama setahun. Bagaimana dengan hasil akhirnya?

 

RUANG KELUARGA

ruang-keluarga

Sebuah kursi bubble yang digantung menjadi elemen ikonis pada ruang. Sementara itu, tangganya dimanfaatkan juga sebagai tempat penyimpanan dan ruang mantel.

GET THE LOOK Lantai Chevron Planks dari Cheville Parquet. Karpet Shapes dari Darkroom di Floor_Story.Temukan kursi bubble di Urban Love. Kunjungi Scoop Ideas untuk menemukan koleksi pajangan bis tingkat seperti ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROFIL RUMAH

profil-rumag-heart-of-glass

PEMILIK Arun Batra, yang berkarier sebagai pengacara, bersama istrinya Susanne, seorang terapis keluarga, dan kedua putra mereka Oskar (4 tahun) dan Milo (3 tahun).

PROPERTI Sebuah rumah teras bergaya Edwardia di barat daya London. Lantai dasar dibuat berkonsep terbuka dengan dua ruang living yang disatukan di depan dan dapur-ruang makan di bagian belakang. Terdapat tiga kamar tidur dan sebuah shower room di lantai satu, sementara ruang duduk, kamar tidur tamu, kamar mandi, dan ruang studi terletak di lantai teratas.

DAPUR-RUANG MAKAN

Kabinet dapur yang berkilau ini begitu kontras dengan dinding batu bata, yang diselamatkan dari bagian belakang rumah saat pemasangan kaca di atasnya. “Membutuhkan waktu lima hari untuk memutuskan tata letak mereka,” jelas Arun. “Kami mencoba memasangnya di atas lantai beton untuk membuat variasi warna.”

GET THE LOOK Unit dapur dari KDCUK. Extractor hood dari Elica Celestial. Kaca dari Culmax. Lampu dinding dari Heal’s. Temukan lukisan dan tanaman berbentuk anjing di Abigail Ahern. Vas dari Habitat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

anak-anak

“Satu hal yang paling kami suka di rumah ini,

yakni menjadi tempat jamuan pesta,” Arun menjelaskan tentang rumah keluarganya yang indah. Sebelum Natal lalu pun selebrasi perayaan telah diadakan mengingat budaya yang berbeda, Arun yang berkebangsaan India dan Susanne dari Jerman. Hal ini membuat banyak para tamu datang ke pintu depan rumah bergaya Edwardianya di mana sebuah keset selamat datang tidak perlu lagi diaplikasikan untuk menciptakan atmosfer ramah pada hunian.

Tak hanya desain yang terlihat harmonis dengan struktur bangunannya. Arun, yang sangat detail—dan mengaku kalau ia juga sedikit berkepribadian OCD—pertama kali melihat properti ini saat Susanne sedang hamil. “Agen propertinya bahkan mengatakan jika tidak keberatan ia boleh menunggu kami di luar,” kenang Arun. “Mereka bilang rumah ini kurang cocok namun saya berpikir, ‘Ini dia!’”

Tidak khawatir akan peraturan pembangunan interior di negara ini, pasangan ini memutuskan untuk merenovasi besar-besaran selama setahun—yang berarti semuanya, kecuali cornice orisinal dan beberapa keramik, harus dibuang. Namun karena Susanne yang saat itu sedang hamil anak kedua, mengharuskannya untuk kembali ke Jerman untuk tinggal bersama orangtuanya sementara Arun fokus pada bangunan. “Kami menandatangani kontrak tak lama setelah Milo lahir,” ujar Arun. “Namun tinggal terpisah selama 12 bulan begitu sulit. Susanne dan kedua putra saya berkunjung beberapa kali dan Susanne sangat brilian dalam membantu merancang rumah ini, seperti memilih dapur dan lantai.

Namun untuk desain yang lebih kompleks, mereka bekerja sama dengan tim desain A1 Project Management. Seperti halnya atap kaca di dapur—“Di mana saat bulan purnama, cahayanya menerangi seluruh ruangan,” jelas Arun—yang harus disandingkan dengan interior bergaya Edwardia yang gloomy. Belum lagi area tangga yang dibuat dengan desain dalam level berbeda. “Saya seorang perfeksionis,” aku Arun. “Saya menginginkan jendela kaca elektronik di atas bathtub—yang membuat Anda dapat bersandar dan berendam di bawah sinar bintang. Saya juga ingin bagian belakang rumah dikurangi beberapa meter. Pembangun saya mengatakan saya tidak masuk akal namun saya tahu tinggi ini akan menciptakan suasana yang begitu indah.”

 

RUANG TAMU

ruang-tamu

Atensi Arun terhadap detail termasuk mengganti plester bergaya Edwardia untuk merefleksikan warisan bangunan ini. Selimut dan karpet geometris, serta gaya kontemporer klasik pasangan ini tampil memukau. “Gaya inilah yang kami ingin perkenalkan di sepanjang rumah,” jelas Arun.

GET THE LOOK Sofa dari BoConcept. Ottoman Kay dan lampu meja Standing Monkey dari Graham and Green. Karpet Kites dari Kangan Arora untuk Floor_Story. Selimut dari Habitat. Lampu lantai Sunday dari Pooky. Kerai di jendela dari The House of Shutters.

 

 

 

 

 

 

 

Fotografi – Fraser Marr;
Produksi – Mary Weaver;
Teks – Jo Messenger;
Alih Bahasa – Mario Bima.