Living in COLOUR

Sebuah gudang yang girlie dan glamor? Ya, tentu saja dapat dipadukan, jelas Cleo tentang rumah bergaya industrialnya yang lebih bernuansa keemasan daripada bebatuan.

 

PROFIL RUMAH

profil-rumah-living-in-colourPEMILIK Desainer sepatu Cleo Barbour yang bekerja di label Cleo B. Ia berbagi ruang di rumahnya dengan anjing peliharaannya bernama Honey B.

PROPERTI Sebuah bangunan warehouse dua lantai yang dikonversi di barat London. Terdapat ruang makan/ruang tamu/dapur berkonsep terbuka dengan sebuah teras dan WC/ruang shower di lantai bawah. Lantai atasnya terdiri atas kamar tidur utama dengan ruang ganti, kamar mandi, dan kamar tidur tamu.

 

RUANG TAMU

Cleo menemukan poster kampanye tua bergambar ayahnya—seorang entrepreneur yang saat itu menjadi salah satu kandidat pemilu di tahun 1960-an—di atap rumah yang sudah tertutupi debu. “Ayah saya adalah orang yang ramah dan inspiratif,” jelasnya.

GET THE LOOK Rak majalah dari SCP. Cleo bekerja sama dengan pembangun untuk mendesain rak pendeknya.

 

 

 

 

 

 

 

RUANG TAMU

ruang-tamu

Batu bata ekspos dan bangunan gudang mendapatkan detail rancangan dari ide Cleo B, dengan warna powder pink, tekstur beludru yang mewah, dan pencahayaan layaknya di klub malam. “Sebagian orang tidak dapat membayangkan paduan ini—mereka kira desain tersebut untuk apartemen yang berkesan dingin dengan material bebatuan sehingga jauh dari kenyamanan. Tentu saja saya tidak setuju!” jelas Cleo tentang ruang di rumahnya.

GET THE LOOK Gordennya merupakan barang vintage dari Designers Guild. Sofa dari Loaf. Lampu LED dan aluminium merah muda dari Alexander Owen Architecture. Wallpaper Saraille warna Aqua dari Designers Guild. Kursi vintage dilapisi ulang dengan beludru artifisial. Lantai di sepanjang rumah ini dari Dinesen.

 

Di musim dingin yang paling gelap, Cleo Barbour memiliki caranya sendiri

untuk bertahan dengan keahlian sensoriknya. “Meski hujan lebat dan gelap di luar, ketika saya melangkahkan kaki di pintu depan, saya merasa bermandikan kehangatan dan pencahayaan,” jelasnya. Warna-warni pop tropis dan sentuhan emas yang mewah menciptakan kesan karnaval sepanjang tahun di rumah Cleo yang berada di barat London ini.

“Saya tahu ini bukanlah ide kebanyakan orang untuk tinggal di bangunan gudang,” aku Cleo. “Orang-orang yang datang menyangka rumah ini akan sepenuhnya terlihat kaku, dingin, dan industrial. Akan tetapi, ternyata bergaya sangat feminin dan girlie—dengan lebih nuansa keemasan dibandingkan material batu pada bangunan industrial pada umumnya.

Bangunan ini justru dinamis di antara rumah yang dibingkai seperti apartemen dengan sisi dekorasi yang lembut yang menunjukkan kepribadian Cleo. “Saya sangat menyukai proporsi gedung ini dan ruang-ruang yang amat sesuai dengan tata kota, namun saya pikir akan lebih menarik lagi jika ditambahkan sesuatu yang tidak terduga untuk memadumadankan gaya bangunan ini dibandingkan hanya mendekorasinya sesuai gayanya yang sudah ada,” jelas Cleo.

Gaya interior Cleo ialah tentang mencari sebuah keseimbangan di antara dua gaya ekstrem. Ya, ia bekerja sama dengan Alexander Owen Architecture untuk menciptakan beragam furnitur di rumahnya mulai dari klem perancah dan lampu-lampu industrial. Ditambah dengan gaya Cleo yang tetap mempertahankan gayanya dengan balutan warna pop dan material bertekstur lembut layaknya desain sepatu pompom Cleo yang berwarna merah muda terang, dari sofa empuknya yang berwarna ungu muda hingga dindingnya yang diberi warna ombré berkat wallpaper Saraille dari Designers Guild.

Ini merupakan ide ambisius yang hampir membuat dekoratornya putus asa. “Saya memiliki rencana utama untuk membuat dinding bawah berwarna toska hingga ke putih murni di atasnya,” jelas Cleo. “Namun ujung wallpaper-nya bukanlah putih murni jadi transisi di antara dinding terlihat aneh.” Plan B adalah menggabungkan warna toska dengan wallpaper Saraille yang berwarna merah muda. Namun sisi “putih” masih terlihat semburat warna antara merah muda atau toska sehingga membuat tampilannya aneh di tengah-tengah. “Akhirnya untuk Plan C kami menggabungkan dua wallpaper toska,” jelas Cleo, yang berarti sang dekorator harus memasangnya secara presisi. “Ia melakukan pekerjaan brilian tapi rasanya ia tidak mau melakukannya lagi.”

 

 

DAPUR

dapur

“Saya menginginkan sebuah dapur yang simpel dan efisien tanpa harus terlalu steril—dan dengan warna yang mereferensikan ‘saya’,” ucap Cleo. Awal poin dari gaya di dapur ini adalah meja island baja nirkarat dari sebuah toko roti. Cleo membeli mejanya sebelum ia memiliki rumah ini. “Meja ini disimpan di tempat penyimpanan toko itu lebih dari setahun—saya hanya berharap mereka tidak menjualnya karena kesalahan,” jelas Cleo.

GET THE LOOK Dapur Hungerford dari John Lewis. Meja island dari Peppermill Antiques.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KAMAR TIDUR UTAMA

kamar-tidur-utama

“Terbangun di ruang monokrom? Oh, saya tidak menyukainya,” ujar Cleo. Kamar tidurnya didesain dengan pemandangan ke arah ruang keluarga, potongan kaca yang dipasang dengan baja berwarna ungu dan baut emas berkilau yang mereferensikan detail salah satu desain sepatu Cleo. “Saya menyukai sentuhan warna emas jadi saya mendesain area lantai atas dengan warna ini,” jelasnya.

GET THE LOOK Tempat tidur merupakan barang vintage Prancis. Lampu pendant dari Lee Broom. Lampu meja sisi dari Alfies Antique Market.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fotografi – Paul Massey
Produksi – Mary Weaver
Teks – Jo Leevers
Alih Bahasa – Arisa Imandari