KIDS inc.

Apakah mungkin memiliki rumah yang tenang dan sophisticated dengan empat anak berusia delapan tahun ke bawah? Ya, kata Anita dan Hugh—ini semua tentang perencanaan serta rak lemari!

 

1-kids-incPROFIL RUMAH

PEMILIK Anita Fraser, seorang fotografer dan desainer interior pemula, suaminya Hugh, seorang investor properti, dan anak-anak mereka: Ollie, delapan tahun, Claudia, enam tahun, dan si kembar Jonty dan Lara, empat tahun.

PROPERTI Sebuah rumah bergaya Victoria di barat daya Kota London. Di lantai dasar terdapat ruang keluarga dan ruang makan serta dapur. Ada pula empat kamar tidur (dua kamar mandi en-suite), kamar tamu, ruang kerja, kamar mandi,  hower room, dan ruang belajar yang tersebar di lantai satu, lantai dua, dan loteng.

RUANG KELUARGA

2-profil-rumah

“Ini adalah tempat di mana lemari penyimpanan berada,” kata Anita. “Saya memiliki sebuah unit penyimpanan di bawah TV yang terdiri dari tiga lemari besar untuk menyimpan semua mainan anak-anak, dan sebuah lemari [di sudut lain ruangan] menyimpan seluruh sepatu, jaket, dan perlengkapan olahraga mereka.”

GET THE LOOK Tempat penyimpanan dipesan

terlebih dahulu di Evoke.Sofa Carmel oleh Jean- Marie Massaud, bangku Elise dan armchair Bug oleh Paola Navone, semuadari Poliform, yang dapat dipesan di Designclopedia.

Kursi berhias kancing dari thefrenchhouse.co.uk dilapisi linen dari Designers Guild. Lampu dinding Mantis BS2 dan lampu lantai BS1 oleh Bernard Schottlander dari SCP. Lampu gantung Nud Aqua dari Haus.

 “It was all about creating flow,”

kata Anita Fraser tentang transformasi rumah teras tradisional London miliknya menjadi ruangan terbuka yang menenangkan. Ketika ia dan keluarganya pertama kali pindah ke rumah ini pada tahun 2007. “Ini rumah yang bagus,” kata Anita, “tapi layout-nya agak kaku dengan galley kitchen kecil dan dua kamar tamu yang membuat anak-anak ‘terjebak’ di dalamnya.” Sampai akhirnya temannya asal Australia mengatakan, “Anak-anak butuh area untuk berlarian.” Kemudian ia mengamati percakapan online dengan arsitek Jepang, Takaharu Tezuka, tentang mendesain area bermain anak-anak, hingga Anita menyadari apa yang harus ia lakukan.

Bukan berarti ia mengubah rumahnya menjadi arena balap Grand Prix; tetapi, Anita dan suaminya, Hugh, dengan cermat membongkar dinding partisi untuk menciptakan area terbuka yang dihubungkan dengan panel kaca dan lantai parket. Hal ini membuat pandangan mata tidak terhalang untuk melihat dari depan rumah hingga ke taman belakang rumah.

Sebagai tambahan, banyak sumber cahaya dan tempat penyimpanan yang tersembunyi atau disamarkan, membuat ruangan terlihat manis dan efisien. “Saya ingin membuat ruangan yang nyaman untuk dihuni oleh keluarga,” jelas Anita. “Saya suka sesuatu yang elegan, sederhana dan berguna, serta menegaskan bahwa rumah bisa stylish dan terpelihara, serta merespons ritme kehidupan keluarga sehari-hari.”

 

DAPUR – RUANG MAKAN

3-dapur-ruang-makan

‘‘Saya berencana memiliki dapur putih, tapi bimbang di menit-menit terakhir karena sulit mendesain dapur yang benar-benar putih,” kata Anita. “Akhirnya saya memakai warna agak abu-abu.”

GET THE LOOK Ini lemari Bulthaup. Lantai herringbone dari Cheville Parquet.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KAMAR SI KEMBAR

4-kamar-sikembar

“Ini adalah kamar yang kaku,” kata Anita, “dan sulit memuat bunk bed dengan ukuran normal, jadi saya membuatnya agak kecil dengan lemari dua pintu sehingga ruangan cukup luas untuk jalur kereta mainan dan tea party.”

GET THE LOOK Bunk bed dan unit penyimpanan dipesan di Evoke. Karpet dari HealÕs. Karya seni The Flying Stork dari Tamar Mogendorff di Bobo Kids. The Eames Elephant dari The Conran Shop.

 

 

 

 

 

 

 

 

Fotografi – Paul Massey
Styl ist – Mary Weaver
Teks – Fiona McCarthy
Alih Bahasa – Mario Bima