JOIN THE CLUB

1-join-the-club

Minuman dingin telah siap, musik pun dimainkan, dan lampu disetel mode “malam”…  Mike Zandman bersiap untuk meriuhkan suasana di apartemennya yang memukau.

 

1-join-the-club

PROFIL RUMAH
PEMILIK Mike Zandman, promotor hiburan dan olahraga, bersama Benji, anjing peliharaan Cavalier King Charles Spaniel-nya.

PROPERTI Apartemen loft yang berada di seluruh lantai keenam di sebuah bangunan bekas pabrik topi di distrik NoHo, New York. Terdapat dapur-ruang makan berkonsep terbuka dan ruang tamu, sebuah kamar tidur utama dengan dressing room dan kamar mandi en-suite, serta sebuah snug yang dapat berfungsi juga sebagai kamar tidur tamu, dan ruang shower.

RUANG TAMU
“Saya tidak suka rumah yang membuat Anda khawatir bila merusak barang,” Mike menjelaskan tentang lantai herringbone-nya yang kuat. “Desainer interior saya mencari lukisan minyak bergambar topi sebelum ia tahu kalu bangunan ini dulunya sebuah pabrik topi.”

GET THE LOOK Meja kopi dari spesialis New York, Andrianna Shamaris. Sofa beludru yang dibuat khusus dari toko eco-furniture Amerika, Environment. Lounge chair PK22 dan ottoman di sudut jendela dari Poul Kaerholm untuk Fritz Hansen yang dapat dipesan di W Atelier, dan dilapisi bahan Rosemary Hallgarten. Armchair dan bench dari Desiron. Lampu pendant dari Restoration Hardware.

2-profil-tengah

“Rumah ini merupakan tempat sempurna untuk menjamu teman,”

jelas Mike Zandman dengan antusias tentang apartemennya di Manhattan. “Saya senang orang-orang datang ke rumah saya—karenanya rumah ini didesain untuk mereka agar dapat menjamu diri mereka sendiri dengan nyaman.

Jadi, apa yang menjadikan sebuah rumah tempat yang sempurna untuk berpesta? Tak hanya ruang living yang luas dengan langit-langit yang tinggi, juga material yang memadai, begitu menurut Mike. “Semuanya bergaya kasar,” jelasnya. “Lantainya menggunakan kayu parket herringbone reklamasi sehingga jika ada tamu yang menggosokkan sepatunya, bekasnya tak akan terlihat.” Begitu pun dengan meja makannya yang juga berfungsi sebagai bar saat Mike mengadakan pesta. Selama beberapa tahun, Mike menghabiskan waktu untuk menjamu pesta saat ia bekerja sebagai promotor klub; suatu cara untuk mempromosikan kariernya sehingga kini menjadi promotor olahraga dan entertainment yang mengharuskannya terbang ke penjuru dunia.

Mike memberitahu kontraktornya untuk menunda renovasi apartemennya, dan kontraktornya pun setuju untuk bekerja dengan desainer interior Jenny Wolf. “Ia benar-benar mengetahui gaya saya,” jelas Mike. Tampilannya—yang Jenny sebut sebagai ‘industrial modern’, menyesuaikan nilai sejarah bangunan ini—mendukung material baja ekspos, rak buku dari kayu reklamasi dan tentu saja dinding kosongnya yang sangat menarik. Dan jendela kecil di belakang diganti dengan jendela besar berbingkai baja, Jenny juga mampu mengonfigurasi ulang ruangannya, mengubah tata letak dapur dan area living-nya ke depan, yang kini dibanjiri oleh cahaya.
Disandingkan dengan aspek maskulin, ada sentuhan taktil yang lebih lembut: beludru, wol, dan mohair dengan palet warna yang kalem. Satu-satunya furnitur berwarna pucat ialah bench dari kulit poni. “Saya beruntung, belum ada yang menumpahkan minuman di atasnya,” tawa Mike.

Temukan karya-karya Jenny Wolf lainnya di jennywolfinteriors.com

 

DAPURRUANG MAKAN

3-dapur-ruang-makan


Unit rak berwarna kuning ini terinspirasi dari Instagram. Koleksi gelas dan keramik Nikki termasuk bejana edisi terbatas dari Tom Dixon yang bergaya vintage.

GET THE LOOK Unit raknya dibuat oleh Montana. Meja makan Cityscape dari Paul Evans. Kursi banquette didesain oleh Carden Cunietti. Keramik lantai yang terlihat seperti beton ini dari Viva.

 

KAMAR TIDUR UTAMA

kamar-tidur-utama


Rak kayu dengan metal antik serta stool memberikan tampilan yang menarik di ruang bermaterial mewah ini, seperti tempat tidur berlapis beludru dan dinding sea-grass.

GET THE LOOK Lampu chandelier dari Apparatus. Stool Chess dengan kuningan dari desainer New York, Anna Karlin. Potret bergaya Abad 19 dari John Derian. Bahan sarung bantal dengan gambar grafis dari Kelly Wearstler untuk Lee Jofa.

 

 

Fotografi – Matthew Williams
Stylist – Hilary Roberts
Teks – Rachel Leedham
Alih Bahasa – Arisa Imandari